Kylian Mbappe Tak Menyesal Tinggalkan PSG Meski Raih Liga Champions

Kylian Mbappe Tak Menyesal Tinggalkan PSG Meski Raih Liga Champions

jd-bola.com, Kylian Mbappe tak menyesal meninggalkan Paris Saint-Germain, meskipun klub lama tersebut meraih Liga Champions setelah kepergiannya. Penyerang asal Prancis itu membagikan pandangannya mengenai perjalanan karier, idolanya, dan posisi favorit di lapangan dalam wawancara terbaru.

Kylian Mbappe Tak Menyesal Tinggalkan Paris Saint-Germain

Mbappe menghabiskan tujuh musim bersama PSG, dari 2017 hingga 2024. Meski klub tidak mampu meraih gelar Liga Champions saat ia masih bermain, Mbappe menekankan bahwa keputusan pindah ke Real Madrid adalah tepat.

Dalam pernyataannya melalui podcast The Bridge, dikutip Mundo Deportivo, Mbappe menyebut, “Seandainya saya pergi lebih awal dan PSG menang, mungkin ada sedikit rasa pahit. Tapi saya merasa telah sampai di akhir cerita. Selama tujuh tahun, saya melakukan segala yang bisa saya lakukan.”

Ia menambahkan, “Saya mencapai perempat final, semifinal, dan final Liga Champions. Bahkan di musim terakhir saya, kami kalah dari Dortmund, tapi itu pertandingan yang biasanya saya menangkan.”

Hubungan dengan Pelatih dan Rekan Setim

Mengenai mantan pelatihnya, Luis Enrique, Mbappe memberikan pujian meski tidak selalu harmonis. “Dia pelatih hebat, selalu jujur. Namun kebersamaan kami bertepatan dengan tahun terakhir saya di PSG, musim itu penuh naik-turun. Saya tidak bisa menikmati latihan sepenuhnya karena kondisi saya saat itu,” ungkap Mbappe.

Mbappe juga berbicara tentang idolanya dalam sepak bola. Ia menempatkan Zinedine Zidane sebagai panutan utama, kemudian Cristiano Ronaldo. “Sebagai penyerang, Ronaldo menunjukkan berbagai versi permainannya. Dia mampu melakukan segala hal di lapangan,” kata Mbappe.

Mengenai Lionel Messi, Mbappe menekankan akurasi luar biasa sang superstar. “Messi luar biasa. Saat latihan penyelesaian, Neymar dan saya mencetak 6-7 gol dari 10 peluang. Tapi Messi menendang 9 kali dan semuanya gol sempurna, semuanya akurat,” jelasnya.

Posisi Termudah Menurut Kylian Mbappe

Mbappe juga membagikan pandangannya tentang posisi termudah di lapangan. Ia menjawab, “Menurut saya, bek tengah adalah posisi termudah. Anda terlindungi dari berbagai arah, dan dalam pertahanan tiga pemain, tetap bisa bermain aman.”

Ia menambahkan, “Itu satu-satunya posisi di mana pemain berusia 40 tahun masih tampil di level tertinggi Eropa. Sedangkan penyerang biasanya kariernya berakhir lebih cepat.”

Tantangan dan Ambisi di Real Madrid

Di Real Madrid, Mbappe belum memenangkan trofi kontinental pada musim pertamanya. Namun, ia tetap fokus untuk mengubah nasib pada musim ini, ketika Los Blancos melaju ke perempat final dan bersiap menghadapi Bayern Munich akhir Maret.

“Setiap musim adalah tantangan baru. Saya ingin membuktikan diri, baik secara individu maupun tim,” tegas Mbappe, menekankan ambisinya untuk meraih Liga Champions bersama klub Spanyol tersebut.

Untuk membaca berita tentang esports mobile legends, pubg dan lain lain cek di : gebesport.com

Kesimpulan: Fokus dan Ambisi Kylian Mbappe

Keputusan Kylian Mbappe tak menyesal tinggalkan PSG bukan hanya soal pindah klub. Itu adalah langkah strategis dalam kariernya. Dengan pengalaman, mental juara, dan fokus tinggi, Mbappe siap menghadapi tantangan di Real Madrid dan mengejar trofi Liga Champions yang belum pernah diraihnya.

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *