Carlos Pena Sudah Capek Singgung Kualitas Wasit

Carlos Pena Akui Lelah Bahas Wasit Usai Persita Ditahan Bhayangkara

JD-Bola.com – Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya setelah timnya hanya mampu bermain imbang 1–1 kontra Bhayangkara FC pada lanjutan Super League 2025/26. Namun kali ini, Pena memilih nada berbeda. Ia mengaku sudah terlalu lelah untuk terus-menerus menyinggung kualitas kepemimpinan wasit.

Laga yang digelar di Indomilk Arena, Sabtu (24/1) sore WIB, berlangsung ketat sejak awal. Bhayangkara FC sukses mencuri keunggulan lebih dulu melalui gol Privat Mbarga di babak pertama. Persita baru mampu menyamakan skor pada menit ke-83 lewat aksi Matheus Alves, memaksa pertandingan berakhir tanpa pemenang.

Wasit Dinilai Kehilangan Kontrol

Meski berhasil menghindari kekalahan di kandang, Pena menilai jalannya pertandingan seharusnya bisa berbeda. Ia merasa wasit Candra yang memimpin laga kurang tegas dalam memberikan sanksi kepada pemain Bhayangkara.

“Sejujurnya, saya sudah capek bicara soal wasit. Terlalu sering saya membahas ini,” ujar Pena dalam konferensi pers seusai pertandingan.
“Menurut saya, ada beberapa momen di mana lawan seharusnya mendapat lebih banyak kartu kuning,” tambahnya.

Pena bahkan menyebut kepemimpinan wasit di babak pertama membuat pertandingan sulit dikendalikan. Namun, ia menyadari bahwa keluhan semacam itu tak akan banyak mengubah keadaan.

“Babak pertama sangat buruk, kontrol pertandingan hilang. Tapi saya tidak mau terus membicarakan wasit. Fokus saya adalah melatih Persita, karena bicara soal wasit tidak akan mengubah apa pun,” tegasnya.

Kecewa Gagal Raih Tiga Poin

Selain soal wasit, hasil akhir pertandingan juga menjadi sumber kekecewaan bagi Pena. Ia menilai Persita sebenarnya tampil dominan dan layak mendapatkan kemenangan.

“Ini pertandingan yang sangat sulit. Bhayangkara datang dengan rencana jelas: bertahan dan menyerang lewat serangan balik cepat,” jelasnya.
“Sepertinya mereka hanya punya satu peluang dan itu langsung menjadi gol.”

Setelah tertinggal, Persita memang harus bekerja ekstra keras. Pena menyoroti akurasi umpan lambung yang menurun, sehingga menyulitkan timnya membongkar pertahanan lawan.

Baca Juga : John Herdman Asyik Pantau Persita vs Bhayangkara, Bukti Keseriusan Pantau Liga Lokal

Tetap Apresiasi Perjuangan Tim

Meski demikian, Pena tetap memberikan apresiasi terhadap mental bertarung anak asuhnya. Ia memuji para pemain yang terus berusaha hingga menit akhir, termasuk kontribusi positif dari pemain pengganti.

“Setelah kebobolan, situasinya sangat sulit. Tapi tim tidak menyerah. Kami terus menekan sampai akhir dan para pemain pengganti memberi dampak yang bagus,” ungkapnya.

Hasil imbang ini membuat posisi Persita di papan atas Super League berada dalam ancaman. Laskar Pendekar Cisadane berpotensi tergeser dari lima besar apabila PSIM Yogyakarta berhasil meraih kemenangan atas Persebaya Surabaya pada laga Minggu (25/1).

Dengan persaingan Super League yang kian ketat, setiap poin kini terasa sangat berharga. Untuk update Super League, analisis pertandingan, dan prediksi akurat jelang kickoff, pantau terus ItuGol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *